Salah satu tetangga lama ku pindah
Antara sedih dan senang ataupun biasa saja. Salah satu tetangga di koridor lantari apartemenku pindah atau ada urusan lain (sempet kepikiran mereka berpisah). Mereka adalah keluarga muda dengan memiliki 2 anak, yang satu usianya kira-kira 8-9 tahun (kenapa aku tau? karena tahun 2013 hanya kami berdua yang tinggal di koridor lantai ini dan anaknya mereka baru lahir), yang satu lagi baru lahir tahun 2021 kemarin.
Waktu tahun 2013 lalu, kami kenal (tentunya aku sekarang lupa siapa namanya). Lebih tepatnya yang kenal adalah mamaku dengan mereka. Ya karena kami lah penghuni awal koridor ini "yang terlihat", karena yang lainnya tidak terlihat atau belum dihuni. Saat ini anak pertamanya baru lahir. Mamaku kalau masak rendang atau apapun suka kasih ke mereka.
2014 Kami pindah ke rumah tapak dan apartemen ini kami sewakan ke orang lain, singkat cerita 2018 akhir atau 2019 awal, saya dan suami pindah ke sini untuk mengisi apartemen ini kembali dan tentunya aku dan mereka sudah tidak kenal, tapi aku pun masih ingat dengan mereka. dan ternyata... keluarga mereka cukup berisik ya. hahaahahah.. ini antara senang dan sebal.
Ya tentunya sebal karena suara si ibu ini bisa terdengar dari ujung ke ujung, bener-bener cempreng dan selalu kencang kalau ngomong. Kalau pintu mereka terbuka dikit, suaranya si ibu sudah terdengar sampai unitku. hahahahaha.. gak jarang kalau malam-malam pun jika mereka masih bangun, suaranya sampai ke unit kami tinggal. Rasanya itu kesal sekali kalau si ibu mulai mengeluarkan suaranya. Ampun deh, beneran bisa sampai unit kami ataupun kamar mandi kami. Secempreng itu suaranya.
Tak jarang juga bikin oranglain kesel, terutama sih para penjual atau pun penyedia jasa seperti jasa laundry, antar makanan, jasa bersih-bersih. Beberapa kali selalu papasan dengan penyedia jasa yang habis selesai berurusan dengan ibu ini, semuanya sama : kesel, ngedumel, maki-maki, ketekuk dan respon sejenisnya. hehehehe. Ntah habis diapain ya sama si ibu ini. aku tak tahu. Karena kalau sama tetangga-tetangga ya ramah-ramah aja, cuma suaranya emang gak tahan.
Tak jarang juga, jika mereka lagi berantem pun suaranya bisa terdengar sampai luar, pernah sekali aku lagi buang sampah, pintu unit mereka terbuka dikit, pas aku lewat unit mereka, ya terdengar deh keluhan suami terhadap ibu ini dan sebaliknya, belum lagi anaknya pada nangis. Wah penuh drama deh keluarga ini. Kalau misalnya anaknya yang pertama lagi nakalpun, si ibu juga suka marah-marah dan seperti biasa, suaranya gak ketolonggg. Sewaktu doi hamil dan akhirnya anak keduanya lahir. Di pintu unit mereka ditempel kertas "jangan berisik/ jangan ketok-ketok ada anak bayi" - maksudnya biar orang-orang pada gak ganggu mereka. Misalnya layanan penyedia jasa bisa telpon sebelum janjian ataupun bisa taruh makanan/hasil laundry atau apapun di depan pintu/digantung pada ganggang pintu. Pernah ada kejadian sewaktu anak bayinya lagi tidur (ini juga lagi-lagi asumsi saya ya), trus ada keributan dari penyedia jasa yang membuat si anak bayik ini bangun. Wah heboh banget. Suaranya terdengar sampai koridor sebelah. hahahahahahahaha.. Aku waktu itu kebetulan lagi lewat dan jackpot kedapetan doi lagi marah-marah. Suaranya itu lagi-lagi gak tahan. Cempreng banget! ntah berapa dB suaranya si ibu ini.
Anak yang pertama ini bisa main piano, jadi aku pribadi sih seneng kalau malam-malam lewat unitnya dan si anak lagi latihan piano. Ya karena pada dasarnya aku suka sih sama alunan musik apalagi tau kalau ada anak kecil bisa main piano dengan baik.
--
Beberapa pekan ini, tidak sengaja suka lihat unit ini seperti lagi packing barang satu persatu, ntah memang mau menjual barang-barang ataupun pindah. Saat ini aku belum tau. Tapi lama-lama kok suara si ibu dan anak pertamanya jarang terdengar lagi ya? Awalnya mengira "liburan", karena pada waktu itu lagi libur longweekend pasca lebaran.
Lalu aku malah jadi kangen dan bilang ke suami
Me: "kok suara ibu itu gak kedengeran lagi ya. Mereka pada kemana?"
Him : "iya ya. kemana ya mereka, jadi diem gini"
Me : "liburan kali ya.."
Sempat terfikir, apakah mereka cerai ya? Jadi si ibu bawa anak-anaknya dan si bapak tinggal sendiri di sini (tandanya adalah kehadiran sendal si bapak di depan pintu unit mereka). Karena sewaktu terakhir aku lewat tengah malem dan mereka lagi ribut, si bapak mengeluarkan kalimat seperti capek dengan si ibu kayak "gini banget sih jadi istri" dan bener-bener seperti seorang suami yang kecewa dengan istri karena tingkah dan sifat istri. Aku mendengar mereka ribut tuh bukan sekali-duakali, ya itu karena suara si istri yang cempreng ya, bukan karena niat kepo loh
Akhirnya pas banget papasan dengan si bapak yang sepertinya lagi packing "terakhir", karena pas banget aku lewat, pintunya terbuka dan unitnya "jadi kosong", bukan kosong banget ya, setidaknya sofa, kasur bayi, perlengkapan dapur, jemuran, dan rak-rak lain yang biasanya terlihat sudah tak ada. Si bapak seperti yang lagi ngunci-ngunci. Dari bawah pun terlihat balkonnya juga tidak lagi ada jemuran ataupun tanda-tanda kehidupan. Ya benar saja, ternyata unit tersebut sudah kosong. hikshikshiks..
Terakhir aku lihat si ibu ini sewaktu gempa beberapa bulan lalu, waktu gempa kasian si ibu lagi riweuh sama anak-anaknya, mereka gak bisa turun ke bawah, jadi mendem aja di unit. Sepertinya mereka hanya berdoa semoga tidak rubuh unitnya. Setelah diingat-ingat, Sejak kejadian gempa itulah kegiatan packing-mempacking dimulai oleh mereka.
Sekarang aku merasa sedih, jadi rindu dengan suara keluarga mereka. Kehadiran mereka tuh bikin warna sendiri, kadang denger anak-anak main di koridor, apalagi sewaktu pandemi 2020-2021 kemarin, Lockdown, ya adanya suara mereka sungguh menghibur aku ya terutama, terdengar suara anak-anak bocah main. Celetukan-celetukan si ibu yang lucu, tingkah mereka yang lucu, keriweuhan si ibu ngurus dua anak apalagi si anak pertama ini nakal sekali. hahahahaha. Kalau ada mereka tuh rasanya koridor ini ada yang ngurusin, karena jika ada orang yang macem-macem atau berisik, sama si ibu suka ditegor. Aman kan? hihihi..
Pokoknya dimanapun kalian berada, semoga baik-baik dan sehat selalu. Jika ada waktunya, semoga kita berjumpa lagi walaupun kita tidak kenal secara baik.

Comments
Post a Comment